Ada kisah dari negri ini yg ingin aku bagi dengan mu hai kawan…ketika anak seusia ku pagi bersiap dan berangkat kesekolah, aku pun persiap berangkat kesekolah tapi ini beda karena ” hai kawan…sekolahku disimpang tepat dilampu merah”.
Tak banyak yg bisa dilakukan disana…tapi ada banyak hal yg ku ingin kawan tahu, gambarkan dan rasakan dalam pikiran kawan, disana hanya mengenal hukum rimba dinegri yg kita semua tahu demokratis, disana ku bisa mencium bau dari kemiskinan disaat orang hanya menjadikannya obrolan politik dikedai kopi saat aku berada ditengah-tengah parade mobil-mobil mewah negri ini yg silih berganti, ada banyak profesi seperti pengemis (apa!!!..biasa aja donk…ada orang bertopeng miskin mengemis sebagai profesi…ini jak*rta bung!) ; pengusaha penjaja”permen,ment*s,dingin3x..!”(yg siap melayani langsung puas); pengamen jalanan (pesulap handal dengan beberapa tepukan tangan bisa merubah tangan hampa terisi beberapa keping rupiah) dan aku si penjaja koran…
Pernah terfikirkan oleh ku sampai kapan aku harus seperti ini…seperti ini menjajakan koran dan menghitung apa yg aku peroleh diakhir kegiatan yg tidak pasti atau aku harus bertransformasi saja menjadi pesulap dengan “keprok-keprok ….simsalabim ka arba arba” DUIT….pleas don’t DO IT. bukankah itu menggoda mental dan jiwa.
Klo aku besar nanti apa aku punya masa depan atau musnah hilang terlindas kejamnya roda zaman…pikirkan hai teman banyak yg ingin menghilangkan ku dengan banyak program apalah itu yg kata-katanya tidak aku mengerti, ingatlah dan lihatlah aku masih disini….terus beregenerasi ,tumbuh pesat dan tidak ada yg mampu menghentikan…
Kami juga anak bangsa yg punya kewajiban bela negara dan harga sama yg harus kami bayar dengan jiwa raga bila perang berkecamuk….MERDEKA
AYO SEKOLAH…..